TCFX – Menjelang keputusan Federal Reserve pada 18 Juni 2026, perhatian pasar global tertuju pada satu pertanyaan besar: apakah bank sentral Amerika Serikat masih mempertahankan sikap ketatnya terhadap inflasi atau mulai membuka ruang pelonggaran kebijakan moneter.
Berdasarkan perkembangan data ekonomi terbaru, TC FX menilai probabilitas terbesar saat ini adalah Federal Reserve mempertahankan suku bunga acuan pada kisaran 3,50%–3,75%. Meskipun harga minyak dunia mengalami penurunan setelah meredanya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran, tekanan inflasi secara keseluruhan masih berada di atas target jangka panjang The Fed sebesar 2%.
Pasar sebelumnya sempat berharap pemangkasan suku bunga dapat terjadi pada tahun 2026. Namun dalam beberapa bulan terakhir, ekspektasi tersebut terus bergeser akibat inflasi yang bertahan tinggi dan kondisi ekonomi Amerika Serikat yang masih relatif kuat. Data tenaga kerja yang solid serta konsumsi masyarakat yang tetap stabil membuat urgensi pemangkasan suku bunga menjadi semakin kecil.
Menurut pandangan TC FX, fokus utama bukan lagi pada keputusan suku bunga itu sendiri, melainkan pada nada pernyataan yang akan disampaikan Ketua Federal Reserve yang baru, Kevin Warsh. Pasar akan berusaha membaca apakah bank sentral masih membuka peluang kenaikan suku bunga tambahan atau mulai memberikan sinyal netral terhadap prospek ekonomi ke depan.
Salah satu faktor yang membuat The Fed tetap berhati-hati adalah inflasi yang belum menunjukkan penurunan berkelanjutan. Data PCE dan CPI dalam beberapa bulan terakhir masih berada di atas sasaran bank sentral. Di saat yang sama, tingkat pengangguran tetap rendah dan aktivitas ekonomi belum menunjukkan perlambatan signifikan. Kombinasi tersebut membuat The Fed memiliki alasan untuk mempertahankan kebijakan moneter yang restriktif lebih lama.
TC FX juga melihat adanya perubahan besar dalam ekspektasi pasar. Pada awal tahun, investor memperkirakan setidaknya satu hingga dua kali pemangkasan suku bunga pada 2026. Namun kini sebagian pelaku pasar justru mulai memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga apabila inflasi kembali meningkat dalam beberapa bulan mendatang.
Bagi pasar emas, keputusan The Fed kali ini memiliki arti yang sangat penting. Jika bank sentral mempertahankan nada hawkish dan memberikan sinyal bahwa suku bunga tinggi akan bertahan lebih lama, maka dolar AS berpotensi menguat dan menekan harga emas dalam jangka pendek. Sebaliknya, apabila pernyataan The Fed lebih netral dari perkiraan pasar, emas berpeluang mendapatkan dukungan baru dari investor yang mulai kembali mencari aset lindung nilai.
Di pasar saham, investor juga akan memperhatikan setiap perubahan dalam proyeksi ekonomi dan inflasi yang dirilis bersamaan dengan hasil rapat FOMC. Wall Street saat ini berada di dekat rekor tertinggi sehingga setiap perubahan ekspektasi suku bunga berpotensi memicu volatilitas yang cukup besar.
Secara keseluruhan, TC FX menilai skenario paling realistis pada 18 Juni 2026 adalah The Fed menahan suku bunga, namun tetap mempertahankan sikap waspada terhadap inflasi. Dengan kata lain, peluang pemangkasan suku bunga semakin mengecil, sementara risiko kebijakan yang lebih ketat masih belum sepenuhnya hilang.
“Pasar saat ini tidak lagi bertanya kapan The Fed akan memangkas suku bunga. Pertanyaan yang mulai muncul adalah apakah inflasi cukup tinggi untuk memaksa bank sentral mempertahankan kebijakan ketat lebih lama. Inilah faktor yang akan menjadi penentu arah dolar AS, emas, dan pasar global pada paruh kedua 2026.” — TC Warrior Research Team
















Leave a Reply